Tradisi Warga Bulurejo Wonogiri, Ada Arisan Daging Sapi

Lebaran menjadi momen yang paling dinanti oleh para umat muslim di dunia. Tradisi menyambut hari kemenangan pun beragam di setiap daerah. Di Wonogiri tepatnya di Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi terdapat tradisi arisan pembelian sapi untuk menyambut Lebaran.

Tradisi arisan pembelian sapi muncul sejak beberapa tahun lalu. Kala itu, para warga Desa Bulurejo ingin menyantap daging sapi bersama keluarga saat merayakan Lebaran. Lantaran tak ada dana maka mereka menggelar arisan yang diikuti para warga. Arisan tersebut dilakukan setiap bulan selama setahun.

“Tradisi arisan pembelian sapi muncul sejak puluhan tahun lalu. Sebelum saya menjabat sebagai kepala dusun (kadus), tradisi itu sudah ada. Padahal, saya sudah 12 tahun menjabat sebagai kadus,” kata Kadus Krapyak, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Purnomo kepada Solopos.com, Selasa (1/7/2014) siang.

Setiap anggota arisan wajib menyetor uang senilai Rp10.000/bulan. Satu warga diperbolehkan dobel atau lebih menjadi anggota kelompok arisan. Uang arisan tersebut disimpan oleh pengurus dusun setempat selama setahun. Tak tanggung-tanggung, uang arisan warga selama setahun mencapai Rp17 juta. Selanjutnya, uang arisan itu digunakan untuk membeli beberapa ekor sapi

Pembelian sapi dilakukan sepekan menjelang Lebaran. Biasanya, pembelian sapi di pasar hewan di Kecamatan Sidoharjo atau sapi milik warga setempat. “Kadang di pasar hewan namun jika ada sapi milik warga yang hendak dijual maka langsung dibeli. Sekarang sapinya belum ada, mungkin nanti membeli pada pertengahan bulan ini,” ujar dia.

Malam Takbiran

Hewan ternak itu disembelih sehari menjelang perayaan Lebaran atau sebelum malam takbiran. Kemudian, daging sapi dibagikan kepada anggota kelompok arisan secara merata. Dipastikan, para warga di Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi makan daging sapi saat perayaan Lebaran.

Hal senada diungkapkan Kadus Surupan, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Suparlan. Biasanya, kelompok arisan membentuk panitia yang bertugas melaksanakan penyembelihan dan pembagian daging sapi kepada anggota kelompok arisan. Proses pembagian daging sapi dilakukan seusai takbiran hingga subuh hari.

Setiap anggota kelompok arisan mendapatkan daging sapi secara merata. Biasanya, daging itu segera dimasak dan disajikan saat merayakan Lebaran dengan keluarga maupun warga lainnya. “Nanti ada panitia khusus yang membagikan daging sapi kepada para anggota kelompok arisan. Biasanya daging sapi dibagikan setelah takbiran,” terang dia.

Di sisi lain, seorang Sekretaris Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Dwi Rahayuningsih, menyatakan setiap dusun mempunyai kelompok arisan daging sapi. Arisan daging sapi menjadi tradisi rutin yang digelar menjelang perayaan Lebaran. Di Desa Bulurejo terdapat sembilan dusun yang selalu menggelar tradisi arisan daging secara rutin.

Sumber: solopos.com (Juli 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>